Selasa, 29 April 2014

Evaluasi Pembelajaran

Edit Posted by with No comments
TUGAS PENGGANTI UJIAN TENGAH SEMESTER
diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Evaluasi Pembelajaran Kimia

Dosen Pembimbing :
1.       Dr. Nahadi, M.Pd., M.Si.
2.       Dr. Sjaeful Anwar


logo-upi.jpg



disusun oleh :
Laela Nurjanah (1204824)

PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2014


1.         Pengertian beberapa istilah dalam evaluasi pembelajaran:

NO
Istilah
Pengertian
Menurut Ahli I
Menurut Ahli II
Pendapat Sendiri
1
Penilaian
Menurut Depdikbud (1994) dalam Arifin (2012:4), ‘penilaian adalah suatu kegiatan untuk memberikan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil yang telah dicapai siswa’.
Menurut Gronlund dalam Arifin (2012:3), ‘penilaian adalah suatu proses yang sistematis dari pengumpulan, analisis dan interpretasi informasi atau data untuk menentukan sejauh mana peserta diidk telah mencapai tujuan pembelajaran’.
Penilaian adalah serangkaian proses yang dilakukan untuk mengumpulkan berbagai data baik secara kuantitatif maupun kualitatif mengenai berbagai kemampuan yang dimiliki siswa selama dan atau setelah proses pembelajaran yang kemudian data tersebut dianalisisdan diolah.
2
Evaluasi
Menurut Carl H.Witherington dalam Arifin (2012:3), ‘an evaluation is a declaration that something has or does not have value’.
Menurut Guba dan Lincoln (1985) dalam Arifin (2012:3), ‘a process for describing an evaluand and judging its merit and worth’.
Evaluasi adalah suatu proses sistematis dan berkelanjutan yang meliputi pengumpulan berbagai data tentang suatu objek dan kemudian hasilnya digunakan untuk menilai apakah objek tersebut telah sesuai dengan criteria tertentu atau belum kemudian hasil judgment tersebut dapat digunakan untuk menentukan kebijakan-kebijakan baik berupa rekomendasi maupun hal-hal lainnya.
3
Tes
Menurut S.Hamid Hasan (1988) dalam Arifin (2012:3), ‘tes adalah alat pengumpulan data yang dirancang secara khusus’ (dilihat dari konstruksi butir soal).
Menurut Conny Semiawan S. (1986) dalam Arifin (2012:3, ‘…alat ukur untuk menetapkan apakah berbagai faset dari kesan yang kita perkirakan dari seseorang adalah benar merupakan fakta, juga adalah cara untuk menggambarkan bermacam-macam faset seobjektif mungkin’.
Tes adalah suatu instrument yang digunakan dalam dunia evaluasi yang berfungsi untuk mengumpulkan data secara kuantitatif, biasanya berupa soal-soal maupun perintah tertentu untuk dikerjakan peserta didik untuk mengetahui progress peserta didik dalam suatu proses pembelajaran maupun untuk mengetahui kemampuannya dan atau dengan tujuan evaluative lainnya.
4
Penilaian autentik
Menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (2013) dalam (Online: https://docs.google.com/presentation/d/1Z2KmwgPpH4xZ_BTYjndfveOTRPDii8SUmXt3NFRsvu0/mobilepresent?pli=1#slide=id.p19), “penilaian otentik (authentic assessment) adalah pengukuran signifikan yang bermakna atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan dan pengetahuan”.
Menurut John Mueller (2006) dalam Rifqia (2013) (Online: http://qiesoftcake.wordpress.com/2013/05/06/makalah-penilaian-kinerja-dan-penialaian-portofoliohusna-rifqiabab-ipendahuluan-a/), ‘penilaian otentik merupakan suatu bentuk penilaian yang para siswanya diminta untuk menampilkan tugas pada situasi yang sesungguhnya  yang mendemonstrasikan penerapan keterampilan dan pengetahuan esensial yang bermakna.’
Penilaian autentik adalah suatu proses pengumpulan data mengenai kemampuan siswa secara keseluruhan, (yakni dalam aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik) yang bersifat kontinou dan bersifat reliable.
5
Pengukuran
Menurut Ahman dan Glock dalam S.Hamid (1988) yang dikutip dalam buku karangan Arifin (2012:3) “educational measurement is the process that attemps to obtain aquantified representation of the degree to which a trait is possessed by a pupil.”

Menurut Abel  (1972) dalam Arifin (2012:3) “measurement is a process of assigning numbers to the individual members of a set of object or person for the purpose of indicating differences among them in the degree to which they possess the characteristic being measured”.
Pengukuran adalah suatu kegiatan yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana karakteristik suatu objek dilihat dari alat ukur yang digunakan.
6
Penilaian Portofolio
Menurut Popham (1994) dalam dalam Arifin (2012:3), ‘penilaian portofolio adalah penilaian secara berkesinambungan dengan metode pengumpulan informasi atau data secara sistematik atas hasil pekerjaan peserta didik dalam kurun waktu tertentu’.
Menurut Arifin (2010) dalam (Online: http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._KURIKULUM_DAN_TEK._PENDIDIKAN/196105011986011-ZAINAL_ARIFIN/Silabus_Evaluasi_Pembelajaran/Penilaian_Portofolio__Makalah_.pdf), “penilaian portofolio adalah sutau pendekatan penilaian kinerja peserta didik atau digunakan untuk menilai kinerja”.
Penilaian potofolio adalah salah instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai hasil kinerja peserta didik baik berupa hasil tugas harian, maupun hasil pekerjaan rumah dan tugas-tugas kinerjalainnya ataupun hasil belajar siswa dalam jangka waktu tertentu yang kemudian dikumpulkan menjadi satu berkas yang berguna untuk melihat progress siswa dan melihat kekhasan masing-masing siswa.
7
Penilaian Kinerja
Menurut Danielson, dalam anonym (2011) (Online: http://senjadisoreitu.blogspot.com/2011/04/penilaian-unjuk-kerja.html ), ‘performance assessment means any assessment of student learning that requires the evaluation of student writing, product or behavior’.
Menurut Trespeces (1999), dalam anonym (2011) (Online: http://senjadisoreitu.blogspot.com/2011/04/penilaian-unjuk-kerja.html ), ‘performance assessment adalah berbagai macam tugas dan situasi dimana peserta tes diminta untuk mendemonstrasikan pemahaman dan pengaplikasian pengetahuan yang mendalam, serta ketrampilan didalam berbagai konteks’.
Penilaian kinerja adalah suatu bentuk penilaian dalam pembelajaran yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswanya dalam proses kegiatan pembelajaran maupun dalam kegiatan ujian kinerja untuk mengetahui kemampuan ketercapaian siswa dalam kompetensi tertentu.
8

Domain Kognitif
Dalam anonym (2009) (Online: http://zaifbio.wordpress.com/2009/11/15/ranah-penilaian-kognitif-afektif-dan-psikomotorik/ ), ‘ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Menurut Bloom, segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif.’
Menurut Sudjana (2010) dalam anonym (2012) (online: http://di2nsy.blogspot.com/2012/09/ranah-kognitif.html),’ ranah kognitif berkenanaan dengnan hasil belajar intelektual yang teridiri dari enam aspek yakni pengetahuan atau pemahaman, aplikasi,analisis, sintesis dan evaluasi.’
Domain kognitif adalah tujuan dalam pembelajaran yang menyangkut tentang kemampuan berfikir seseorang, meliputi penguasaan suatu materi dalam berbagai kemampuan pola pikir yang berjenjang.
9
Task and Rubic
Dalam anonym (tanpa tahun) (online: http://www.unhas.ac.id/hasbi/LKPP/Assesment%20Pembelajaran/Pengukuran%20dan%20Penilaian.doc) , “rubrik ialah patokan penskoran yang digunakan dalam asesmen subjektif. Suatu rubrik mengharuskan adanya suatu aturan tentang penetapan kriteria pada sistem asesmen yang harus diikuti pada evaluasi. Dan task merupakan bagian dari assessmen performance yang menuntut peserta didik dalam melaksanakan tugas nyata.”
Menurut anonym (tanpa tahun:2) (Online: http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/197404171999032-ANA_RATNAWULAN/handout_-penilaian_kinerja_dan_portofolio.pdf) , “ task merupakan perangkat tugas yang menuntut siswa untuk menunjukkan suatu performance atau kinerja tertentu”.
Menurut anonym (tanpa tahun:1) (Online: http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/197404171999032-ANA_RATNAWULAN/handout_-penilaian_kinerja_dan_portofolio.pdf), rubik adalah suatu standart yang diperlukan dalam penilaian kinerja untuk mengidentifikasi secara jelas apa yang seharusnya siswa ketahui dan apa yang seharusnya siswa dapat lakukan, penduan pemberian skor yang menunjukkan criteria performance pada proses atau hasil yang diharapkan.”
Task dalah tuga-tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik dalam rangka pengukuran kemampuan peserta didik dengan penilaian kinerja, dan rubik adalah suatu form yang berisi berbagai criteria yang harus dikuasai siswa sebagai patokan tercapainya suatu kompetensi, dan merupakan patokan dalam menilai ketercapaian suatu kompetensi, criteria yang tidak terpenuhi memberikan penjelesan tentang ketidak mampuan peserta didik dalam melakukan suatu perkerjaan atau keterampilan tertentu. Standart inilah yang dijadikan sebagai patokan pemberian skor dalam penilaian kinerja.
10
Analisis Butir Soal
Menurut Darwyan (tanpa tahun) dalam anonym (2013) (online: http://iwanmnz.blogspot.com/2013/01/analisis-butir-soal.html ), ‘analisis butir soal didefinisikan sebagai penyelidikan atau penelitian terhadapsuatu bagian dari keseluruhan sesuatu yang harus dijawab oleh peserta didik. Analisis soal digunakan untuk menilai tes yang telah dibuat baik oleh guru maupun tes standart yang dibuat oleh tim.’
Menurut Sudjana (2010) dalam anonym (2013) (online: http://iwanmnz.blogspot.com/2013/01/analisis-butir-soal.html ), ‘analisis butri soal atau analisis aitem adalah pengkajian pertanyaan-pertanyaan tes agar diperoleh perangkat yangmemiliki kualitas yang memadai.’

Anlisis Butir Soal adalah bagian dari validasi soal dengan meneliti dan meninjau satu per satu soal yang dibuat, yang kemudian hasil penilitian tersebut digunakan untuk mementukan apakah setiap satuan soal tersebut telah memenuhi criteria tertentu atau belum dan hasil tersebut dapat digunakan untuk melakukan revisi soal agar soal yang diujikan menjadi valid dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.


2.      Pembelajaran adalah kegiatan pendidikan yang terencana. Layaknya suatu kegiatan yang terprogram, maka dalam proses pembelajaran kita harus dapat mengetahui sejauh mana kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan. Dalam pembelajaran dikelas banyak yang harus diajarkan pada siswa, salah satunya adalah dalam bidang kimia. Pembelajaran kimia dalam kelas hendaknya terarah dan terencana, mengingat bidang kimia tidak hanya menuntut pemahaman namun juga ketrampilan dan kesadaran akan nilai-nilai baik nilai religi, social maupun nilai-nilai berkenaan dengan sikap
keilmiahan. Sehingga, tuntutan-tuntutan tersebut dapat dicapai dengan perencanaan-perencanaan yang matang. Namun terkadang, ketika pelaksanaan rencana yang telah dirancang tersebut tidak tercapai seluruhnya. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu tahapan evaluasi. Evaluasi ini terdiri dari kegiatan-kegiatan pengumpulan data dan pembuatan kebijakan. Siswa yang telah mengikuti pembelajarn kimia hendaknya dipantau baik
selama proses pembelajaran maupun setelah pelaksanaan pembelajaran. Siswa dipantau perkembangannya, apakah proses pembelajaran tersebut dapat diikuti dengan baik atau tidak, apakah metode-metode dalam proses pembelajaran tersebut tepat atau tidak, apakah proses pembelajaran tersebut memberikan sesuatu yang berarti atau tidak. Yang kemudian, hasil tersebut harus ditindak lanjuti. Jika hasil penilaiannya dianggap kurang, maka hendaknya dilakukan perbaikan. Jika hasil penilaianya sudah dianggap cukup dan baik maka dapat dilakukan pengayaan. Progress siswa dalam proses pembelajaran kimia terus diamati. Selain itu untuk mencapai KI dan KD dalam suatu materi kimia, maka guru hendaknya juga melihat perkembangan anak dari aspek ketrampilan dan afektifnya. Sehingga, kegiatan penilaian ini dapat dilakukan berdasarkan kemampuan kognitif,
psikomotor dan afektif siswa. Selanjutnya, hasil penilaian ini diharapkan dapat memberikan pertimbangan tentang bakat dan potensi anak. Mengingat dalam bidang kimia, konsep-konsepnya banyak yang harus difahami secara bertahap. Sehingga, penguasan suatu konsep pada tahap tertentu harus sudah dimiliki seorang siswa. Hasil evaluasi inilah yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan apakah siswa tersebut layak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau tidak. Hasil tersebut digunakan untuk memberikan informasi tentang kompetensi-kompetensi tertentu yang telah dimiliki siswa. Hasil penilaian ini adalah sebagian bukti prestasi dan kemampuan siswa.

3.        Penilaian domain kognitif adalah penilaian yang didasarkan pada penguasaan suatu materi dilihat dari kemampuan berfikir peserta didik yang terdiri dari 6 jenjang yakni pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian. Adapun penilaian domain psikomotorik adalah penilaian yang didasarkan atas penguasan suatu keterampilan yang biasanya berkaitan dengan kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengatahuannya dalam bentuk kerja nyata. Keterampilan yang diharapkan dimiliki oleh siswa berupa keterampilan dalam mengamati, menanya, mencoba mengasosiasikan dan mengkomunikasikan. Adapun penilaian domain afektif didasarkan atas ketercapaian suatu kemampuan dalam hal sikap dan pemahaman serta pengamalan tentang suatu nilai tertentu. Jenjang sikap yang diharapkan dimiliki oleh peserta diidk adalah penerimaan, merespon, acuan nilai, organisasi.
Penilaian domain kognitif dapat dilakukan dengan cara testing atau melakukan ujian secara tertulis maupun lisan. Test tertulis dapat berupa soal-soal yang harus dijawab oleh peserta didik yang disusun berdasarkan kompetensi tertentu yang diharapkan mampu mengetahui kemampuan peserta didik tentang pemahaman suatu materi atau beberapa materi. Soal-soal dalam test tertulis ini dapat berupa soal pilihan berganda, soal menjodohkan, sebab akibat, pilihan ganda, soal isian singkat dan soal essai. Soal soal yang dibuat harus disesuaikan dengan jenjang kognitif yang ingin dicapai pada materi tertentu. Selain itu dapat pula digunakan tugas, baik tugas individual maupun kelompok yang menuntut siswa untuk memikirkan tentang seatu pemecahan permasalahan atau dapat berupa tugas proyek yang harus diselesaikan.
Sedangkan penilaian afektif menurut PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR   66  TAHUN 2013 TENTANG
STANDAR PENILAIAN PENDIDIKANdapat dilakukan pendidik melalui  observasi,
penilaian  diri,  penilaian  “teman  sejawat” (peer  evaluation)  oleh peserta  didik  dan  jurnal.  Instrumen  yang  digunakan  untuk observasi,  penilaian  diri,  dan  penilaian  antarpeserta  didik  adalah daftar  cek  atau  skala  penilaian  (rating  scale)  yang  disertai  rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.
1)  Observasi  merupakan  teknik  penilaian  yang  dilakukan  secara berkesinambungan  dengan  menggunakan  indera,  baik  secara langsung  maupun  tidak  langsung  dengan  menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah  indikator perilaku yang diamati.
2)  Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan meminta peserta  didik  mengemukakan  kelebihan  dan  kekurangan dirinya  dalam  konteks  pencapaian  kompetensi.  Instrumen  yang digunakan berupa lembar penilaian diri.
3)  Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara  meminta  peserta  didik  untuk  saling  menilai  terkait  dengan pencapaian  kompetensi.  Instrumen  yang  digunakan  berupa lembar penilaian antarpeserta didik.
4)  Jurnal  merupakan  catatan  pendidik  di  dalam  dan  di  luar  kelas yang  berisi  informasi  hasil  pengamatan  tentang  kekuatan  dan kelemahan  peserta  didik  yang  berkaitan  dengan  sikap  dan perilaku.
Sedangkan penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan cara menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu  penilaian  yang  menuntut  peserta  didik  mendemonstrasikan suatu  kompetensi  tertentu  dengan  menggunakan  tes  praktik, projek,  dan  penilaian  portofolio.  Instrumen  yang  digunakan  berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.
1)  Tes  praktik  adalah  penilaian  yang  menuntut  respon  berupa keterampilan  melakukan  suatu  aktivitas  atau  perilaku  sesuai dengan tuntutan kompetensi.
2)  Projek  adalah  tugas-tugas  belajar  (learning  tasks)  yang  meliputi kegiatan  perancangan,  pelaksanaan,  dan  pelaporan  secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
3)  Penilaian  portofolio  adalah  penilaian  yang  dilakukan  dengan cara  menilai  kumpulan  seluruh  karya  peserta  didik  dalam bidang  tertentu  yang  bersifat  reflektif-integratif  untuk mengetahui  minat,  perkembangan,  prestasi,  dan/atau kreativitas  peserta  didik  dalam  kurun  waktu  tertentu.  Karya tersebut  dapat  berbentuk  tindakan  nyata  yang  mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.


4.      Kemampuan hasil belajar dan domainnya:

NO
Kemampuan
Domain
Jenjang
1
Menyadari bahwa pengatahuan bersifat sementara
Afektif
A3
2
Menunjukkan perbedaan antara perubahan fisis dan perubahan kimia
Kognitif
C1
3
Mengamati perubahan materi secara cermat
Psikomotorik
P1
4
Menafsirkan data percobaan
Psikomotor
P4
5
Menyatakan makna Hukum Perbandingan Tetap
Kognitif
C2
6
Membedakan rumus molekul dari rumus empirik
Koginitf
C6
7
Mengukur secara akurat volume larutan dengan buret
Psikomotorik
P3
8
Menentukan nomor periode suatu unsur yang diketahui nomor atomnya
Kognitif
C3
9
Menggambarkan struktur lewis molekul
Kognitif
C2
10
Menentukan bilangan oksidasi unsur dalam senyawanya
Kognitif
C3














5.          
a.       Penilaian Portofolio
1.      Prinsip Penilaian portofolio
    Prinsip-prinsip dasar penilaian portofolio menurut Dasim (Penulisan Portofolio, 2005) dalam anonim (tanpa tahun) (Online: http://www.ut.ac.id/html/suplemen/paud4203/f2C.htm), meliputi : penilaian proses dan hasil, penilaian berskala dan sinambung, penilaian yang adil, dan penilaian implikasi sosial belajar. 
Penilaian proses ini dilihat dari penilaian terhadap tugas-tugas terstruktur yang diberikan serta laporan aktivitas dan catatan-catatan tentang sikap selama proses pembelajaran. Sedangkan penilaian hasil terdiri dari kumpulan hasil karya dalam berbagai bentuk hasil relajar, seperti : lukisan, tulisan tangan, dan sebagainya.
 Penilain portofolio ini dilakukan secara periodik (misalnya mingguan, kuartalan, semesteran, dan sebagainya) dan bersifat berkesinambungan. Evidence yang dikumpulkan harus dapat menggambarkan progress, evidence ini saling terkait satu sama lain dan hendaknya dari yang sederhana ke yang lebih kompleks, dari yang mudah ke yang lebih sulit. Hal ini bertujuan untuk memudahkan mengorganisasikan hasilnya dan memantau pertumbuhan dan perkembangan pengalaman belajar peserta didik.
Dalam melakukan penilaian dengan portofolio ini, proses dalam melaksanakan evidence haruslah diperhatikan sehingga penilaian terhadap evidence tersebut menjadi lebih adil dan lebih memperhatikan bakat dan potensi serta karakter masing-masing peserta didik. Dan diharapkan guru dapat ikut andil dalam proses tersebut dengan terus membimbing peserta didik dalam melaksanakan evidencenya. Evidence yang diberikan hendaknya mampu membantu siswa dalam bersosialisasi.
Prinsip Penilaian Berbasis Portofolio, dalam Sunarya (tanpa tahun:2)
 1. Mutual trust (saling mempercayai).
2. Confidentiality (kerahasiaan bersama).
3. Joint Ownership (milik bersama).
4. Satisfaction (kepuasan/memuaskan).
5. Relevance (kesesuaian).
2.      Macam Penilaian portofolio adalah (1) Portofolio kerja (working portfolio), (2) Portofolio dokumen (document portfolio), dan (3) portofolio penampilan (show portfolio).  Adapula portofolio individual dan portofolio kelas/kelompok.

·         Portofolio kerja (working portfolio)
 - mengorganisasikan dan mengelola kerja
- merefleksi dari pencapaiannya
- menetapkan tujuan dan menetapkan arahan
·         Portofolio dokumen (document portfolio),
Indikator untuk penilaian dokumen itu antara lain:
- Kelengkapan
- Kejelasan  4
- Akurasi informasi yang di dapat
- Dukungan Data
- Kebermaknaan data grafis
- Kualifikasi dokumen
·         Portofolio penampilan (show portfolio).
Misalnya mempertanggungjawabkan suatu proyek, menyelenggarakan pameran, atau mempertahankan suatu konsep. Hal yang dievaluasi pada model ini adalah:
- signifikansi materi.
- pemahaman.
- argumentasi.
- Responsifness (Kemampuan memberi respon/jawaban).
- kerjasama kelompok.
3.      Contoh:

LEMBAR PENILAIAN PENAMPILAN

Judul Penampilan :
Kelas/Kelompok :
Petunjuk Penilaian:
1. Setiap kriteria diberi skor dalam skala 5 (1 - 5)
2. Nilai (skor) 1 = Rendah; 2 = Cukup; 3 = Rata-rata  4 = Baik 5 = Istimewa

NO
Kriteria
Nilai
Catatan
1
Kejelasan mempresentasikan bahan presentasi


2
Keakuratan bahan prsentasi


3
Estetika tanmpilan bahan prsentasi


4
Komunikasi pada audien


5
Kerjasama antar kelompok dalam menyajikan materi maupun menanggapi argument audien


6
Argument dalam menanggapi pertanyaan dari audien


Total Skor






b.      Penilaian Kinerja
Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian penguasaan kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu, seperti: praktik di bengkel/laboratorium, presentasi, diskusi, bernyanyi, dan membaca puisi/deklamasi. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:
a.     langkah-langkah kerja yang diharapkan untuk dilakukan peserta didik dalam menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.
b.    kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut.
 c.     kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
d.    kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak (hanya yang esensial), sehingga semua dapat diamati.
e.     kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati

Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berikut:
a.       Daftar Cek (Check-list)
Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (ya-tidak). Penilaian unjuk kerja yang menggunakan daftar cek, peserta didik mendapat nilai bila kriteria penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh penilai.

b.      Skala Penilaian (Rating Scale)
Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu, karena pemberian nilai secara kontinum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua.


·         Contoh :
Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (”ya”/”tidak”), terhadap indikator-indikator pada setiap KD. Peserta didik dinyatakan ”kompeten” apabila seluruh indikator terpenuhi (ya) dan ”tidak kompeten” apabila ada indikator yang tidak terpenuhi.


Format Penilaian Praktikum Larutan Elektrolit
Nama Siswa    :
Kelas:

No
Indikator
Ya
Tidak
Skor
1
Pemilihan bahan (larutan) yang sesuai
V

3
2
pemilihan alat yang dibutuhkan
V

4
3
Membersihkan alat

V
1
4
Merangkai alat sesuai dengan prosedur

V
1
5
Melakukan pengamatan
V

5
Total Skor

Nilai yang dicapai oleh peserta didik dalam suatu unjuk kerja adalah tingkat ketercapaian indikator pada setiap KD. Nilai unjuk kerja suatu kompetensi ditetapkan berdasarkan skor KD terendah.









c.       Penilaian Autentik
Ciri-ciri penilaian autentik:
ü  Belajar Tuntas (mastery learning)
Peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar dan hasil yang baik. (John B. Carrol, A Model of School Learning)
ü  Otentik
ü  Berkesinambungan
terus menerus dalam periode tertentu.
ü  Berdasar Acuan Kriteria/Patokan.
Prestasi kemampuan peserta didik  tidak dibandingkan dengan peserta kelompok, tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan.
ü  Menggunakan Berbagai Cara & Alat Penilaian
Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi.
Menggunakan   penilaian yang bervariasi: Tertulis, Lisan, Produk, Portofolio, Unjuk Kerja, Proyek, Pengamatan, dan Penilaian Diri.
 Pada asesmen autentik lebih difokuskan pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual. Hal ini memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan kompetensi mereka dalam pengaturan yang lebih autentik. Asesmen autentik terdiri dari penilaian kinerja, portofolio, dan penilaian proyek.  Dalam asesmen autentik digunakan metode yang sangat populer untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang miliki ciri-ciri khusus, mulai dari mereka yang mengalami kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga yang jenius. Peserta didik diharapkan dapat merefleksikan dan mengevaluasi kinerja mereka sendiri untuk meningkatkan pemahaman yang lebih tentang tujuan pembelajaran tertentu dan mendorong kemampuan belajar yang lebih tinggi. Pada asesmen autentik guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, kajian keilmuan, dan pengalaman yang diperoleh dari luar sekolah.
Asesmen autentik mencoba menggabungkan kegiatan guru mengajar, kegiatan siswa belajar, motivasi dan keterlibatan peserta didik, serta keterampilan belajar. Karena penilaian itu merupakan bagian dari proses pembelajaran, guru dan peserta didik berbagi pemahaman tentang kriteria kinerja. Dalam beberapa kasus, peserta didik bahkan berkontribusi untuk mendefinisikan harapan atas tugas-tugas yang harus mereka lakukan.
Asesmen autentik harus mampu menggambarkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang sudah atau belum dimiliki oleh peserta didik, bagaimana mereka menerapkan pengetahuannya, dalam hal apa mereka sudah atau belum mampu menerapkan perolehan belajar, dan sebagainya. Atas dasar itu, guru dapat mengidentifikasi materi apa yang sudah layak dilanjutkan dan untuk materi apa pula kegiatan remidial harus dilakukan.
Menurut Ormiston belajar autentik mencerminkan tugas dan pemecahan masalah yang diperlukan dalam kenyataannya di luar sekolah. Asesmen Autentik terdiri dari berbagai teknik penilaian, yakni sebagai berikut:
Pertama, pengukuran langsung keterampilan peserta didik yang berhubungan dengan hasil jangka panjang pendidikan seperti kesuksesan di tempat kerja.
 Kedua, penilaian atas tugas-tugas yang memerlukan keterlibatan yang luas dan kinerja yang kompleks.
 Ketiga, analisis proses yang digunakan untuk menghasilkan respon peserta didik atas perolehan sikap, keteampilan, dan pengetahuan yang ada.

·         Macam-macam penilaian autentik adalah:
1.      Penilaian Kinerja
 Ada beberapa cara untuk memetakan hasil penilaian berbasis kinerja, yakni Daftar cek (checklist), Catatan anekdot/narasi (anecdotal/narative records), Skala penilaian (rating scale), Memori atau ingatan (memory approach
Penilaian  kinerja memerlukan pertimbangan-pertimbangan khusus, yakni:
Pertama, langkah-langkah kinerja harus dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja yang nyata untuksuatu atau beberapa jenis kompetensi tertentu
Kedua, ketepatan dan kelengkapan aspekkinerja yang dinilai. 
Ketiga, kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan oleh peserta didik untuk menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran
Keempat, fokus utama dari kinerja yang akan dinilai, khususnya indikator esensial yang akan diamati. 
Kelima, urutan dari kemampuan atau keerampilan peserta didik yang akan diamati.
Pengamatan atas kinerja peserta didik perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk  menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Dari sini akan diperoleh keutuhan mengenai keterampilan berbicara dimaksud. Untuk mengamati kinerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen, seperti penilaian sikap, observasi perilaku, pertanyaan langsung, atau pertanyaan pribadi. Penilaian diri dapat meliputi tiga aspek kecerdasan, yakni kognitif, psikomotorik dan afektif.
2.      Penilaian Proyek
Penilaian proyek (project assessmentmerupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. Penyelesaian tugas berupa perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data. Dengan demikian, penilaian proyek bersentuhan dengan aspek pemahaman, mengaplikasikan, penyelidikan, dan lain-lain. Selama mengerjakan sebuah proyek pembelajaran, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Penilaian proyek dapat menggunakan instrumen daftar cekskala penilaian, atau narasi. Laporan penilaian dapat dituangkan dalam bentuk poster atau tertulis.
Produk akhir dari sebuah proyek sangat mungkin memerlukan penilaian khusus yakni menilai kualitas dan bentuk hasil akhir secara holistik dan analitik.  Penilaian produk dimaksud meliputi penilaian ataskemampuan peserta didik menghasilkan produk, seperti makanan, pakaian, hasil karya seni (gambar, lukisan, patung, dan lain-lain), barang-barang terbuat dari kayu, kertas, kulit, keramik, karet, plastik, dan karya logam. Penilaian secara analitik merujuk pada semua kriteria  yang harus dipenuhi untuk menghasilkan produk tertentu. Penilaian secara holistik merujuk pada apresiasi atau kesan secara keseluruhan atas produk yang dihasilkan.
3.      Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik, hasil tes (bukan nilai), atau informasi lain yang releban dengansikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dituntut oleh topik atau mata pelajaran tertentu.Fokus penilaian portofolio adalah kumpulan karya peserta didik secara individuatau kelompok pada satu periode pembelajaran tertentuPenilaian terutama dilakukan oleh guru, meski dapat juga oleh peserta didik sendiri.
Melalui penilaian portofolio guru akan mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar peserta didik. Atas dasar penilaian itu, guru dan/atau peserta didik dapat melakukan perbaikan sesuai dengan tuntutan pembelajaran.
Penilaian portofolio dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah seperti berikut ini.
a.         Guru menjelaskan secara ringkas esensi penilaian portofolio.
b.         Guru atau guru bersama peserta didik menentukan jenis portofolio yang akan dibuat.
c.          Peserta didik, baik sendiri maupun kelompok, mandiri atau di bawah bimbingan guru menyusun portofolio pembelajaran.
d.         Guru menghimpun dan menyimpan portofolio peserta didik pada tempat yang sesuai, disertai catatan tanggal pengumpulannya.
e.         Guru menilai portofolio peserta didik dengan kriteria tertentu.
f.          Jika memungkinkan, guru bersama peserta didik membahas bersama dokumen portofolio yang dihasilkan.
g.         Guru memberi umpan balik kepada peserta didik atas hasil penilaian portofolio.
4. Penilaian Tertulis
 Meski konsepsi asesmen autentik muncul dari ketidakpuasan terhadap tes tertulis yang lazim dilaksanakan pada era sebelumnya, penilaian tertulis atas hasil pembelajaran tetap lazim dilakukan. Tes tertulis terdiri dari memilih atau mensuplai jawaban dan uraian. Memilih jawaban terdiri dari   pilihan ganda,pilihan benar-salah, ya-tidakmenjodohkan, dan sebab-akibat. Mensuplai jawaban terdiri dari isian atau melengkapi jawaban singkat atau pendek, dan  uraian.
Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehentif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik.

Pada tes tertulis berbentuk esai, peserta didik berkesempatan memberikan jawabannya sendiri yang berbeda dengan teman-temannya, namun tetap terbuka memperoleh nilai yang sama. Misalnya, peserta didik tertentu melihat fenomena kemiskinan dari sisi pandang kebiasaan malas bekerja, rendahnya keterampilan, atau kelangkaan sumberdaya alam. Masing-masing sisi pandang ini akan melahirkan jawaban berbeda, namun tetap terbuka memiliki kebenarann yang sama, asalkan analisisnya benar. Tes tersulis berbentuk esai biasanya menuntut dua jenis pola jawaban, yaitu jawaban terbuka (extended-response) atau jawaban terbatas (restricted-response). Hal ini sangat tergantung pada bobot soal yang diberikan oleh guru. Tes semacam ini memberi kesempatan pada guru untuk dapat mengukur hasil belajar peserta didik pada tingkatan yang lebih tinggi atau kompleks. 

·         Contoh penilaian Autentik


Penilaian Proyek
Mata Pelajaran      : Kimia           
Nama Proyek        : Pembuatan Sabun Dengan Tehnik Sederhana         
Alokasi Waktu      : 2 minggu      
Guru Pembimbing :          

Nama                     :          
NIS                       :          
Kelas                     :          

Skor
ASPEK
NO

PERENCANAAN :
a.    Persiapan
-penentuan permasalahan
b.    Rumusan Judul

1

PELAKSANAAN :
a.    Sistematika Penulisan
b.    Keakuratan Sumber Data / Informasi
c.    Analisis Data
-hasil pengamatan dan kaitannya dengan teori yang ada
d.    Penarikan Kesimpulan



2

LAPORAN PROYEK :
a.    Performans
-keterampilan dalam pembuatan sabun
b.    Produk

3

TOTAL SKOR












6.       Contoh soal pilihan berganda:

No
Butir Soal
Kunci Jawaban
Jenjang Kognitif
1
Dalam reaksi nitrasi benzene dengan banyak reaktan satu mol akan dihasilkan senyawa…
a.       Nitro benzene
b.      Orto dinitro benzene
c.       1,2-dinitro benzene
d.      1,3-dinitro benzene
e.       Nitri benzene



A



C2
2
Kemampuan atom Magnesium dalam menarik electron saat membentuk ikatan adalah sebesar 1,2 sedangkan untuk atom oksigen dan belerang adalah sebesar 3,5 dan 2,5. Adapun atom hydrogen dan atom flor adalah  sebesar 2,1 dan 4,0. Berapakah harga besaran ini untuk atom Be dan Cl?
a.       Kurang dari 2,1 dan lebih dari 3,5
b.      Lebih dari 2,1 dan kurang dari 3,5
c.       Sama dengan 1,6 dan sama dengan 3,0
d.      Sama dengan 1,5 dan lebih dari 2,1
e.       Sama dengan 1,6 dan lebih 2,5




D




C5
3
Dalam suatu sel elektrolisis, arus listrik dialirkan dari suatu sumber listrik. Setelah proses elektrolisis didapatkan endapan pada salah satu katodanya yang sebanding dengan banyak electron yang mengalir. Hukum apakah yang dapat menjelaskan fenomena ini?
a.       Hukum Lenz
b.      Hukum Ohm
c.       Hukum Coulomb
d.      Hukum Lavoisier
e.       Hukum faraday





E





C2
4
Reaksi oksidasi dalam uji gugus aldehid dengan pereaksi Tollens akan menghasilkan…
a.       Cermin perak
b.      Endapan merah
c.       Cermin emas
d.      Tidak memberikan perubahan
e.       Endapan merah bata



A



C1
5
Diberikan reaksi sebagai berikut.

Zn2+(aq) + 2 e¯ → Zn(s)

Jika arus sebesar 10 ampere mengalir ke katode selama 10 menit, berapa banyak Zn yang terbentuk? (Ar Zn = 65)
a.       32,5 gram
b.      2,02 gram
c.       1,01 gram
d.      1,00 gram
e.       4,02 gram



B



C3









7.      Penilaian Kinerja
NO
Aspek yang diamati
Kriteria
Keterlaksanaan
Skor
Ya
Tidak
1
Set alat destilasi
Menggunakan alat dengan tepat sesuai dengan prosedur dan kebutuhan

V


3
Mencuci alat-alat destilasi

V
Merangkai alat sesuai dengan prosedur
V

Penggunaan vaselin

V
Penggunaan selang air dengan benar
V

2
Penampungan destilat
Pembacaan skala thermometer
V


2
Penentuan rentang suhu destilat sesuai campuran yang mungkin

V
Penampungan destilat sesuai karakteristik destilat
V

3
Pengambilan Cairan dengan pipet seukuran
Menghandle pipet seukuran dengan baik (cara memegang pipet seukuran)

V



3
penggunaan ball pipet
V

Mengusap ujung pipet dengan kertas hisap


V
Menanda bataskan
V

Membaca skala pada pipet

V
3
Memindahkan cairan dari pipet seukuran ke labu erlenmeyer
Memposisikan pipet seukuran dan labu erlenmeyer
V

1
4
Pengisian cairan dalam buret
Pencucian buret sesuai dengan karakteristik larutan baku yang digunakan
V




2
Pemindah tuangkan larutan pada buret sesuai prosedur

V
Pembacaan skala larutan dalam buret sesuai dengan karakteristik larutan

V
Menanda bataskan buret sesuai prosedur
V

5
Teknik titrasi
menggoyangkan labu erlenmeyer
V




4
menghandle buret saat mengeluarkan larutan
V

Mengetahui indikasi titik akhir titrasi
V

Membilas buret dan ujung labu Erlenmeyer setelah titik akhir tercapai

V
Pembacaan volume akhir titrasi
V


8.      Tingkat kesukaran:
Butir soal 1:
F = 
Butir soal 2 :
F = 
Butir soal 3 :
F = 
Butir soal 4 :
F = 
Butir soal 5 :
F = 
Butir soal 6 :
F = 
Butir soal 7 :
F = 
Butir soal 8 :
F = 
Butir soal  9 :
F = 
Butir soal 10 :
F = 
Butir soal 11 :
F = 
Butir soal 12 :
F = 
Seluruh butir soal yang ada memiliki tingkat kesulitan yang relative sama, yakni pada rentang 0,30-0,69. Dan tergolong soal-soal dengan tingkat kesulitan yang sedang.



Daya Beda :
Butir soal 1:
D = 
Butir soal 2:
D = 
Butir soal 3:
D = 
Butir soal 4:
D = 
Butir soal 5 :
D = 
Butir soal 6:
D = 
Butir soal 7:
D = 
Butir soal 8:
D = 
Butir soal 9:
D = 
Butir soal 10:
D = 
Butir soal 11:
D = 
Butir soal 12:
D = 

Soal-soal dengan daya beda <0.25 tergolong soal yang memiliki daya beda yang buruk, yakni tidak mampu merepresentasikan perbedaan kemampuan siswa. Terlihat pada butir soal 11, soal ini tidak mampu terjawab oleh anak-anak pada golongan atas dan justru banyak siswa pada golongan bawah yang mampu menjawab soal tersebut dengan benar.
Secara keseluruhan, soal-soal diatas cukup memiliki daya beda.




DAFTAR PUSTAKA

Anonim.(2011).Konsep Penilaian Autentik.(online).
Tersedia:
Anonim.(2011).Macam-macam Penilaian.(online). Tersedia: http://mbak-guru.blogspot.com/2011/12/macam-macam-penilaian.html (3 April 2014)
Anonim.(2011).Penilaian Unjuk Kerja.(online).
(3 April 2014)
Anonim.(2012).Ranah Penilaian Kognitif, Afektif dan Psikomotorik.(online). Tersedia:
Anonim.(2012).Ranah Kognitif.(online). Tersedia: http://di2nsy.blogspot.com/2012/09/ranah-kognitif.html (3 April 2014)
Anonim.(2013).Analisis Butir Soal.(online). Tersedia: http://iwanmnz.blogspot.com/2013/01/analisis-butir-soal.html (3April 2014)
Anonim.(2013).Konsep Penilaian Autentik.(online). Tersedia:http://saepulohnawawi.blogspot.com/2013/09/konsep-penilaian-autentik-pada-proses.html (3 April 2014)
Anonim.(2013).Makalah Penilaian Kinerja dan Penilaian Protofolio.(online). Tersedia:
Anonim.(2013).Penilaian Unjuk Kerja Siswa.(online). Tersedia:
Anonim.(tanpa tahun).Dasar-dasar Penilaian Portofolio.(online). Tersedia: http://www.ut.ac.id/html/suplemen/paud4203/f2C.htm (3 April 2014)
Arifin, Zainal. (2012). Evaluasi Pembelajaran Prinsip-Teknik-Prosedur.Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Arifin, zainal.(2012).Makalah Penilaian Portofolio.(online). Tersedia:
Darwyan, Syah, dkk.(2009).Pengembangan Evaluasi Sistem Pendidikan Agama Islam.Jakarta: Diadit Media.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.(2013).Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor   66  Tahun 2013 Tentang Standar Penilaian Pendidikan.Jakarta:Depdikbud.
Sudjana, Nana.(2008).Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Wulan, Ana Ratna.(2012).Hand-out Penilaian Kinerja dan Portofolio.(online). Tersedia:http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/197404171999032-ANA_RATNAWULAN/handout_-penilaian_kinerja_dan_portofolio.pdf (3April2014)

0 komentar:

Posting Komentar